Pengantar
Pendidikan,
Pembelajaran, Dunia kerja dan Masyarakat merupakan suatu kondisi Yang saling terintegrasi yang memiliki keterkaitan sebagai komponen
yang saling menunjang antara satu dengan lainnya. Ini merupakan fenomena lumrah
yang selalu diwarnai dengan berbagai macam aksi, kondisi bahkan konflik yang
menjadi bagian dari situasi ini. Dalam perkembangannya saat ini seluruh
komponen ini sangat dipengaruhi oleh teknologi dan akses internet yang tak
terbatas tanpa melihat latar belakang sosial individu secara kesluruhan. Hal
ini tentu saja menmpilkan sisi menarik yang menampilkan peluang-peluang menarik
dari berbagai komponen dan aspek, dan ini tentu saja tergantung kita akan
melihat dari posisi dan peran yang mana kita berperan didalam lingkaran
tersebut.
Pada
Artikel ini akan disajikan bagaimana
prinsip pembelajaran jarak jauh yang ditinjau dari berbagai konteks yakni dari
sisi dunia pendidikan, pembelajaran, dunia kerja/karir dan masyarakat secara
umum karena keempat komponen ini saling berkaitan dan saling mengisi antara
satu dan lainnya.
Pembahasan
Pendidikan
merupakan komunikasi terorganisasi dan berkelanjutan yang dirancang untuk
menumbuhkan kegiatan belajar pada diri pembelajar. Pembelajar mampu
mengembangkan kemampuannya menemukan, mengelola, dan mengevaluasi informasi dan
pengetahuan untuk memecahkan masalah pada dunia yang nyata dan ikut serta
secara aktif dalam kegiatan bermasyarakat di lingkungannya. Untuk itu
diperlukan proses pembelajaran yang efektif dan efisien yang menjadikan pembelajar
menyerap informasi dan pengetahuan serta teknologi yang dipelajarinya sebagai
bagian dari dirinya.

Pembelajaran
bukan hanya menyampaikan informasi atau pengetahuan saja, melainkan
mengkondisikan pembelajar untuk belajar, karena tujuan utama pembelajaran
adalah pembelajar itu belajar. Keberhasilan pengajar memberikan pembelajaran
yang efektif ditandai dengan adanya proses belajar pada pembelajar. Keberhasilan
proses pembelajaran dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan
kehidupan masyarakat yang berlangsung dari waktu ke waktu. Pembelajaran
merupakan proses yang bukan hanya proses pengungkapan ilmu pengetahuan saja,
melainkan juga suatu proses pencarian ilmu pengetahuan secara aktif atau proses
perumusan ilmu pengetahuan. Pembelajar membangun pengetahuannya sendiri melalui
proses pembelajaran tersebut. Pembelajaran hendaknya menempatkan pembelajar
sebagai pusat pembelajaran. Pembelajar terlibat secara aktif dalam proses
berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesamanya dengan merefleksikan apa yang
telah mereka pelajari dalam setiap aktifitas belajar. Peran pengajar sebagai
pemberi kemudahan (fasilitator) sedangkan proses belajar dijalani sendiri oleh
pembelajar.
Representasi
dan implementasi dari aktifitas belajar individu cenderung diwujudkan kedalam
dunia kerja. Konsep Pembelajaran Jarak jauh yang berkaitan dengan dunia kerja
salah satu contohnya adalah penyelenggaraan
pembelajaran jarak jauh online memiliki prospek yang bagus. Pembelajaran jarak jauh online prospeknya
cukup bagus untuk dijadikan salah satu alternatif sistem pendidikan karena
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta perangkatnya sangat
mendukung terciptanya fasilitas untuk pembelajaran jarak jauh online
ini. Perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi akan memudahkan masyarakat untuk mengakses program
pendidikan yang didistribusikan melalui jaringan internet.
Faktor pendukung lainnya adalah jumlah pelanggan dan pengguna internet yang
terus bertambah dengan pesat yang menunjukkan betapa besar dan antusiasnya
masyarakat terhadap jasa internet yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran jarak jauh
online.

Pembelajaran jarak jauh merupakan
alternatif pendidikan yang prospeknya cukup cerah karena mulai dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat. Pembelajaran jarak jauh berbasis web ini
tidak hanya diikuti oleh pembelajar, namun juga oleh karyawan, manager,
direktur, pensiunan, orang lanjut usia, bahkan ibu rumah tangga. Mereka
tertarik dengan pembelajaran jarak jauh online
ini karena penyampaian materi
pembelajarannya dapat diakses melalui internet. Internet
ini untuk melengkapi cara
penyampaian pendidikan jarak jauh yang dilakukan sebelumnya yaitu dengan surat
menyurat, materi audio dan video. Computer
based learning dikembangkan dengan e-learning yang
sangat efektif untuk menjadikan pendidikan lebih baik, dengan waktu yang lebih
singkat, dan biaya lebih murah.
Perkembangan pembelajaran jarak jauh
online dengan sarana internet
sangat prospektif dan diharapkan
akan terus berkembang dengan pesat sesuai dengan kecenderungan yang terjadi
pada era globalisasi ini. Apalagi pembelajar yang merupakan
potensi pengguna internet
dari tahun ke tahun semakin bertambah,
karena internet memungkinkan pembelajar belajar sendiri dengan bebas
tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Perkembangan ini menjadi perhatian dari
kalangan dunia pendidikan dan juga dari kalangan dunia teknologi informasi dan
komunikasi.
Konsep
Pembelajaran jarak jauh menjadi Inspirasi untuk membuka peluang usaha berbasis
Onlinee melalui promosi-promosi secara online dan mater-materi tutorial yang
bersifat Online serta mudah untuk diakses dan dijadikan Ide-Ide bisnis yang
sangat bermanfaat dan juga memberikan kemudahan untuk pemasaran bagi produk-produk atau jasa yang ingin kita
tawarkan kepada khalayak ramai dengan tetap memperhatikan etika-etika bisnis
dan etika kerja yang berlaku secara nasional ataupun global.
Menurut
Harina Yuhettu (2002) ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pendidikan
jarak jauh antara lain:
- Dapat
dipercepatnya usaha memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasaran kerja.
- Dapat menarik
minat calon peserta yang banyak.
- Tidak
tergangggunya kegiatan kehidupan sehari-hari karena pola jadwal pembelajaran yang
luwes.
- Harapan akan
meningkatnya kerjasama dan dukungan pengguna lulusan atau keluaran
Hakekat
Pendidikan Sistem Belajar Jarak Jauh
Hakekat
pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kepribadian dan peningkatan
kemampuan melalui berbagai kegiatan pengembangan dan pembelajaran. Adapun
hakekat pendidikan sistem belajar jarak jauh ini adalah:
- Pendidikan
sepanjang hayat Salah satu bentuk hak azasi manusia
adalah bahwa setiap manusia mulai dari kandungan hingga lianglahat berhak untuk
memperoleh yang diperlukannya untuk pertumbuhan dan perkembangan dirinya sesuai
dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
- Pemberdayaan
Pelajar/ Warga Belajar Sistem pendidikan ini juga memperhatikan
kepentingan pebelajarnya, kondisi, dan karakteristik mereka. Dengan cara
menyelenggarakan berbagai pola pilihan pembelajaran, sumber belajar dan
strategi dan pengelolaannya. Hal ini sesuai dengan tuntutan dari kebutuhan
pendidikan formal, hanya saja peserta diberi kebebasan untuk menentukan yang
terbaik bagi dirinya, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan
lancar
- Kondisi dan
karakterisik peserta didik adalah keadaan pribadi dan lingkungan yang
menunjukkan kemampuan, hambatan, dan peluang yang berbeda-beda.Kondisi seperti
ini tidak seharusnya dijadikan alasan untuk tidak memberikan kesempatan belajar
bagi pebelajar.
Pemberdayaan Lembaga Pendidikan
Pelaksanaan proses pembelajaran, sistem
pendidikan ini perlu diselanggarakan oleh lembaga pendidikan yang khusus
dirancang untuk keperluan itu. Tujuan dari adanya lembaga pendidikan ini adalah
untuk memusatkan kegiatan yang bersangkut paut dengan pelaksanaan pendidikan
ini.
Infrastruktur pembelajaran jarak jauh, antara lain:
- Jaringan Internet
yang meliputi Jaringan Informasi Sekolah (JIS) (School
Information Networking), WAN Kota (Wide Area Networks), ICT Center
(Information and Communication Technology Center), Jaringan Intranet/
Internet;
- Program
Pengembangan TV Edukasi yang meliputi 1) Receiver TVE: menerima siaran
langsung, 2) Receiver dan Relay TVE: menerima siaran TVE, 3) Receiver,
Relay dan Studio Mini TVE: menerima siaran TVE, menyebarluaskan siaran
TVE, memancarkan siaran mandiri TV Lokal.
- Integrasi TV Edukasi dan ICT Center. Infra struktur lainnya adalah keadaan
atau kondisi untuk dapat terselenggaranya pembelajaran jarak jauh online,
antara lain adanya kelas informasi yang nantinya menjadi kelas online,
meliputi: Alamat website kelas; Nama pengajar, lokasi dan jam kerja,
nomor telepon, fax, alamat e-mail; Nama asisten pengajar, lokasi dan jam
kerja, nomor telepon, fax, alamat e-mail;
Nama asisten pendidikan / pustakawan, lokasi dan jam
kerja, nomor telepon, fax, alamat e-mail; Lokasi dan jam kerja pusat informasi, nomor telepon, manajer pusat informasi dengan
alamat
e-mail.

Menurut Mougayar internet memiliki lima
karakteristik dan fungsi yang jelas
yaitu:
- Sebuah
jaringan, menghubungkan berbagai individu dan organisasi.
- Sebuah
median, menawarkan saluran komunikasi baru.
- Sebuah
pasar, menawarkan pasar yang terbuka dan sangat luas dengan banyak pelanggan
potensial.
- Sebuah
tempat transaksi, memungkinkan orang dan bisnis untuk menyelesaikan transaksi
online financial.
- Sebuah
tempat pengembangan aplikasi, memungkinkan pengembang piranti lunak
untuk menggunakannya sebagai dasar untuk mengembangkan banyak
aplikasi.
Jaringan Intranet, Ekstranet dan Jaringan Intranet
Intranet
adalah
jaringan komputer yang menggunakan teknologi internet sehingga terbentuk
lingkungan yang seperti internet tetapi bersifat privat bagi
organisasi, seperti lembaga pendidikan.
Pengaksesan informasi dilakukan melalui web browser yang berkaitan
dengan sistem basisdata. Intranet juga dapat dihubungkan ke jaringan internet
dengan menggunakan firewall. Firewall adalah program dalam komputer yang
berfungsi sebagai server. Tujuan firewall untuk mencegah akses intranet
dari internet tetapi sebaliknya Pengembangan software untuk
keperluan pembelajaran dikemukakan oleh para ahli dalam berbagai bidang ini
seperti, Bork (1984a), Gery (1987), dan Hartemink (1988) yang pada umumnya
meliputi: analisis, desain pendidikan, desain software, desain bahan
pembelajaran, pengembangan, penilaian, produksi, implementasi dan
pemeliharaan/penggunaan. Jadi, pengembangan software multimedia dalam
pendidikan meliputi lima fase yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi
dan penilaian.
- Fase
analisis: Fase ini
menetapkan keperluan pengembangan software dengan melibatkan tujuan pembelajaran,
pelajar, pengajar dan lingkungan. Analisis ini dilakukan dengan kerjasama di
antara pengajar dengan pengembang software dalam meneliti kurikulum
berasaskan tujuan yang ingin dicapai.
- Fase desain: Fase ini
meliputi unsur-unsur yang perlu dimuat dalam software yang akan
dikembangkan berdasarkan suatu model pembelajaran ID (Instructional Design).
- Fase
pengembangan: Fase ini
berasaskan model ID yang telah disediakan dengan tujuan merealisasikan sebuah prototip
software pembelajaran.
- Fase
implementasi : Fase ini membuat
pengujian unit-unit yang telah dikembangkan dalam proses pembelajaran dan juga
prototip yang telah siap.
- Fase
penilaian :Fase ini
mengetahui secara pasti kelebihan dan kelemahan software yang
dikembangkan sehingga dapat membuat penyesuaian dan penggambaran software yang
dikembangkan untuk pengembangan software yang lebih sempurna.
Fase
implementasi dan penilaian berhubungan dengan pelaksanaan ujian ekperimen. Ini
mempunyai hubungan yang rapat dengan metodologi pengujian kebermaknaan paket
pembelajaran. Proses
implementasi pengembangan software pembelajaran menggunakan pol atau
model pembelajaran. Pembelajar bisa menggunakan software multimedia dalam
kelas secara kreatif dan interaktif melalui pendekatan perseorangan maupun secara
berkelompok. Software multimedia yang dikembangkan berdasarkan materi
pembelajaran yang diperoleh dari buku, pengalaman dari lingkungan, pengajar, pengalaman
pembelajar, dan cerita yang telah berkembang di masyarakat. Semua ini dapat
memotivasikan pembelajar untuk membaca dan meningkatkan ungkapan perasaan ingin
tahu. Peranan pengajar selain menjadi fasilitator, juga mengontrol perkembangan
pembelajaran untuk memastikan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Fase penilaian
merupakan fase yang ingin mengetahui kesesuaian software multimedia tersebut
untuk dijadikan media pembelajaran, khususnya dalam memotivasikan literasi di
kalangan pembelajar. Penilaian yang dilakukankan berdasarkan penelitian
eksperimen dengan pendekatan memperhatikan ethnografi. Penilaian meliputi
kemampuan literasi komputer pembelajar, literasi pembacaan pembelajar dan tahap
motivasi pembelajar.
Konsep Pembelajaran Interaktif dalam Sistem
Pendidikan Jarak Jauh
Media
dalam pembelajaran jarak jauh berfungsi menghubungkan antara pengajardengan
pembelajar. karena adanya pemisahan secara fisik antara pengajar dan pembelajar
dalam proses pembelajaran. Jenis media dalam sistem pembelajaranjarak jauh
digunakan sebagai delivery mode adalah media cetak, siaran radio,
siarantelevisi, konferensi komputer, surat elektronik (e-mail), video
interaktif, dan teknologi komputer multimedia.
Media
dalam sistem pembelajaran jarak jauh berfungsi untuk meningkatkan interaksi pembelajaran
antara pengajar dengan pembelajar. Fungsi lainnya untuk pemberian umpan balik
terhadap hasil belajarnya atau informasi tentang hasil belajar yang perlu
diperbaiki. Umpan balik memegang peranan penting karena jika pembelajar tidak
mengetahui hasil belajarnya dapat mengakibatkan penurunan motivasi belajar dan
prestasi belajar. Media yang digunakan sebagai sarana interaktif pada proses
pembelajaran jarak jauh adalah komputer dengan kemampuan interaktifnya yang
tinggi sebagai sarana penyampaian informasi dan ilmu pengetahuan serta untuk
memperoleh umpan balik. Media pembelajaran interaktif komputer diantaranya Computer
Assisted Learning (CAL), konperensi komputer,
Untuk menciptakan komunikasi pembelajaran yang
interaktif dalam sistem pendidikan jarak jauh dilakukan dengan beberapa cara,
diantaranya:
a.
Mendesain
bahan ajar (learning materials) yang dapat digunakan sebagai sarana
pembelajaran
interaktif.
b.
Menyelenggarakan
tutorial bagi pembelajar
c.
Memanfaatkan
media pembelajaran interaktif antara pengajar dan pembelajar.
d.
Interaksi
antara pengajar dan pembelajar memegang peranan yang sangat
penting
dalam sistem pendidikan jarak jauh.
Dalam proses pembelajaran
interaktif, terjadi beberapa bentuk komunikasi, yaitu satu arah (one ways
communication), dua arah (two ways communication), dan banyak arah (multy
ways communication) berlangsung antara pengajar dan pembelajar.
Prinsip Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran jarak jauh seperti
yang sering kita dengar ialah pembelajaran yang mengutamakan kemandirian. Guru
dapat menyampaikan materi ajar kepada peserta didik tanpa harus bertatap muka
langsung di dalam suatu ruangan yang sama. Pembelajaran semacam ini dapat
dilakukan dalam waktu yang sama maupun tidak dengan memanfaatkan berbagai macam
alat teknologi. Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan
jarak jauh.
Pada
pembangunan system perlu diperhatikan tentang desain dan pengembangan system,
interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif.
- Desain dan
pengembangan system. Proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak
jauh terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam
mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan,
tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik pendidik dan peserta didik,
tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi
dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan
peserta didik selama dalam proses berjalan.
- Interactivity.
Keberhasilan system pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya
interaksi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dan lingkungan
pendidikan, antara peserta didik dengan peserta didik lainnya.
- Active learning.
Partisipasi aktif pendidikan jaraj jauh memengaruhi cara bagaimana mereka
berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
- Visual imagery.
Pembelajaran melalui televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam
proses pembelajaran. Namun, jangan sampai terjadi distorsi karena adanya
hiburan. Harus ada penyeleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang
berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi
penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana
teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
- Komunikasi yang
efektif. Desain instruksional dimulai dari harapan pemakai, dan mengenal mereka
sebagai individual yang memounyai pandangan yang berbeda dengan peancang
system. Dengan memahami keinginan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi
yang efektif. (Hamzah. 2007. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, hal.
35-36).
Pembelajaran jarak jauh memungkinkan
para peserta mengambil kelas kapanpun dan dimanapun. Hal ini memungkinkan
mereka untuk menyesuaikan pendidikan dan pelatihannya dengan tanggung jawab dan
komitmen-komitmen lainnya, seperti keluarga dan pekerjaan. Ini juga memberi
kesempatan kepada para peserta yang mungkin tidak dapat belajar karena
keterbatasan waktu, jarak atau dana untuk ikut serta.
Prinsip-prinsip Program Pembelajaran Jarak Jauh
- Bertujuan
meningkatkan mutu kemampuan para pembelajar sesuai dengan bidang kemampuan,
minat dan bakatnya masing-masing agar lebih mampu meningkatkan kualitas dirinya
sendiri
- Memperluas
kesempatan belajar dan meningkatkan jenjang pendidikan para pembelajar
khususnya agar yang tidak punya waktu atau jarak yang terlampau jauh dari
lembaga pendidikan.
- Meningkatkan
efistiensi dalam sistem penyampaian melalui media modular dan dengan bantuan
media elektronik seperti komputer, radio pendidikan, film, video, dan
sebagainya..
- Berdasarkan
kebutuhan lapangan dan kondisi lingkungan.
- Berdasarkan
kesadaran dan keinginan pembelajar dan menekankan pada belajar mandiri yang
berdasar pada aktualisasi diri, percaya diri dengan bergantung pada kemampuan
sendiri agar berhasil dalam belajarnya.Dikembangkan
dalam paket terpadu, dilaksanakan secara terpadu pada tingkat kelembagaan.
Prinsip Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh
- Tujuan yang
jelas,
Perumusan tujuan harus jelas, spesifik, teramati, dan terukur untuk mengubah perilaku
pembelajan
- Relevan dengan
kebutuhan,
Program pembelajaran jarak jauh relevan dengan kebutuhan pembelajar, masyarakat,
dunia kerja, atau lembaga pendidikan.
- Mutu pendidikan,
Pengembangan
program pembelajaran jarak jauh merupakan upaya untuk meningkatkan mutu
pendidikan yaitu mutu proses pembelajaran yang ditandai dengan proses pembelajaran
yang lebih aktif atau mutu lulusan yang lebih produktif.
- Efisien dan
efektivitas program, Pengembangan
program pembelajaran jarak jauh harus mempertimbangkan efisiensi pelaksanaan
dan ekfektivitas produk program. Efisien mencakup penghematan dalam penggunaan
tenaga, biaya, sumber dan waktu, sedapat mungkin menggunakan hal-hal yang
tersedia. Efektifitas memperhatikan hasil-hasil yang dicapai oleh lulusan,
dampaknya terhadap program dan terhadap masyarakat.
- Pemerataan dan
perluasan kesempatan belajar, Pemerataan dan perluasan kesempatan
belajar, khususnya bagi yang tidak sempat mengikuti pendidikan formal karena
jauh atau sibuk bekerja. tulah sebabnya pembelajaran jarak jauh memberikan
kemudahan bagi pembelajar untuk belajar mandiri yang belajarnya tidak terikat
dengan ruangan kelas dan waktu.
- Kemandirian, Kemandirian baik
dalam pengelolaan, pembiayaan, dan kegiatan belajar.
- Keterpaduan, Keterpaduan,
yaitu mengharuskan adanya keterpaduan berbagai aspek seperti ketepaduan mata
kuliah atau mata pelajaran secara multi disipliner.
- Kesinambungan, Tugas tutor
memberikan bantuan kepada pembelajar secara berkala ketika pembelajar
menghadapi kesulitan dalam memahami materi pembelajaran, mengerjakan tugas,
latihan, atau soal. Bantuan yang diberikan adalah membimbing untuk memahami
tujuan yang akan dicapai, cara dan teknik mempelajari materi pembelajaran,
penerapan metode belajar, dan bantuan lainnya yang dapat mengkondisikan
pembelajar untuk belajar dan mencapai hasilnya secara optimal.
Karakteristik atau ciri-ciri pembelajaran jarak jauh
antara lain:
- Program
disusun disesuaikan dengan jenjang, jenis, dan sifat pendidikan. Waktu yang
digunakannya pun sesuai dengan sesuai program tersebut. Tujuan program adalah
untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pembelajar. Untuk
mengetahui keberhasilan pencapai tujuan program tersebut dilakukan penilaian
sendiri (self evaluation).
- Dalam
proses pembelajaran tidak ada pertemuan langsung secara tatap muka antara
pengajar dan pembelajar, sehingga tidak ada kontak langsung antara pengajar
dengan pembelajar.
- Pembelajar
dan pengajar terpisah sepanjang proses pembelajaran itu karena tidak ada tatap
muka seperti halnya dalam pembelajaran konvensional, sehingga pembelajar harus
dapat belajar secara mandiri.
- Adanya
lembaga pendidikan yang mengatur pembelajar untuk belajar mandiri. Pendidikan
jarak jauh adalah sistem pendidikan yangmenekankan pada cara belajar mandiri (self
study). Untuk itu, cara belajar mandiri pembelajar perlu dikelola secara sistematis.
Penyajianmateri pembelajaran, pemberian bimbingan kepada pembelajar,
danpengawasan serta jaminan keberhasilan pembelajar dilakukan oleh pengajar.
- Lembaga pendidikan merancang dan menyiapkan
materi pembelajaran, serta memberikan pelayanan bantuan belajar kepada
pembelajar. Adanya lembaga pendidikan ini membedakan sistem pendidikan jarak jauh
dari proses belajar sendiri (private study) atau teach yourself
programmes.
- Materi
pembelajaran disampaikan melalui media pembelajaran, seperti komputer dengan internetnya
atau dengan program e-learning. Misalnya, pembelajaran tentang
pengetahuan, keterampilan, dan sikap disampaikan kepada pembelajar melalui
media audio visual seperti komputer, TV, radio, media cetak, dan sebagainya.
- Melalui
media pembelajaran tersebut, akan terjadi komunikasi dua arah (interaktif )
antara pembelajar dengan pengajar, pembelajar dengan pembelajar lain, atau
pembelajar dengan lembaga penyelenggara pembelajaran jarak jauh. Inisiatif
untuk berkomunikasi datang dari pembelajar atau dari pengajar.
- Tidak
ada kelompok belajar yang bersifat tetap sepanjang masa belajarnya, karena itu
pembelajar menerima pembelajaran secara individual bukannya secara
kelompok.
- Paradigma
baru yang terjadi dalam pembelajaran jarak jauh adalah peran pengajar yang
lebih bersifat fasilitator yang memberikan bantuan atau kemudahan kepada
pembelajar untuk belajar, dan pembelajar sebagai peserta dalam proses
pembelajaran.
- Pembelajar
dituntut aktif, interaktif, dan partisipatif dalam proses belajar, karena
sistem belajarnya secara mandiri yang sedikit sekali mendapatkan bantuan dari
pengajar atau pihak lainnya. Pembelajar yang kurang aktif akan lebih mudah
gagal dalam proses belajarnya.
- Sumber
belajar adalah bahan-bahan yang dikembangkan secara sengaja sesuai kebutuhan
dengan tetap berdasarkan kurikulum.
- Interaksi
pembelajaran bisa dilaksanakan secara langsung jika ada suatu pertemuan. Bisa
pula secara tidak langsung dengan bantuan tutordalam forum tutorial atau
pengajar.
Kriteria Pembelajaran Jarak Jauh Online atau
Berbasis Web
Pembelajaran jarak
jauh secara online
bagi pengajar harus memenuhi kriteria-kriteria antara lain:
- Pengajar mudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh, misalnya
dengan melaksanakan kelas online.
- Materi pembelajaran online
dibuat dengan cepat dan mudah
- Untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi yang akan
digunakan dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan mendapatkan pelatihan
singkat.
- Pengajar diberi kebebasan menunjukkan kemampuan atau keterampilan
mengajar dengan caranya sendiri.
- Pengajar mampu mengelola dan menguasai lingkungan pembelajarannya.
Pembelajaran jarak
jauh secara online bagi pembelajar harus memenuhi kriteria-kriteria
antara lain:
- Pembelajar diberikan kesempatan yang luwes (fleksibel) dalam
mengambil materi pembelajaran sesuai dengan keinginan dan minatnya.
- Materi pembelajaran yang diperolehnya akan lebih banyak karena
banyak sumber informasinya dibandingkan yang didapat di kelas konvensional.
- Terbiasa menggunakan komputer sebagai sumber informasi untuk
mendapatkan berbagai informasi.
- Menyertakan kolaborasi antar pembelajar seperti dalam pembelajaran
konvensional.
- Dapat melakukan konsultasi dengan pengajar, dengan pembelajar lainnya,
atau melakukan diskusi kelas.
Prinsip Pembelajaran Jarak Jauh dan
keterkaitan dengan Dunia Kerja
Pembelajaran jarak jauh mencakup
upaya yang ditempuh pembelajar untuk mewujudkan sistem pendidikan sepanjang
hayat, dengan prinsip-prinsip kebebasan, kemandirian, keluwesan, keterkinian,
kesesuaian, mobilitas, dan efisiensi.Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar
bagi pengambil keputusan dalam bidang pendidikan untuk menyediakan berbagai
fasilitas pembelajaran jarak jauh.
Prinsip- prinsip pembelajaran jarak jauh tersebut sebagai
berikut:
- Prinsip kebebasan
artinya sistem pendidikan sifatnya demokratis karena dirancang agar bebas bisa
diikuti oleh siapa saja. Apalagi pembelajar sifatnya heterogen baik dalam
kondisi atau karakteristiknya yang meliputi motivasi, kecerdasan, latar belakang
pendidikan, kesempatan maupun waktu untuk belajar. Oleh karena itu, isi program
pendidikan, cara penyajian program, dan proses pembelajaran dirancang secara
khusus, yaitu tidak terbatas pada materi pembelajaran yang telah ditentukan
sebelumnya, tempat, jarak, waktu, usia, jender dan persyaratan non akademik
lainnya.
- Prinsip kemandirian
diwujudkan dengan adanya kurikulum atau program pendidikanyang dapat dipelajari
secara mandiri (independent learning), belajar peroranganatau belajar kelompok. Pengajar hanya
sebagai fasilitator yang memberikan bantuan atau kemudahan kepada pembelajar
untuk belajar, sehingga bantuanyang diberikan pengajar seminimal mungkin atau
tidak dominan disesuaikandengan keadaan pembelajar tersebut. Materi
pembelajaran pun dirancang agarpembelajar dapat belajar mandiri seperti
disediakannya paket-paket pembelajaranyang dapat dipelajari sendiri, adanya
program tutorial untuk memberikanbimbingan, dan rancangan ujian dengan
pendekatan belajar tuntas (mastery
learning). Peranan materi pembelajaran dalam
proses pembelajaran jarak jauh sangatpenting, maka perlu mengembangkan materi
pembelajaran yang baik dalam kualitasdan kuantitasnya.
- Prinsip keluwesan
memungkinkan pembelajar untuk fleksibel mengatur jadwal dan kegiatan belajar,
mengikuti ujian atau penilaian kemajuan belajar, dan mengakses sumber belajar
sesuai dengan kemampuan pembelajar.
- Prinsip kesesuaian
menunjukkan pada program belajar yang relevan dengan kebutuhanpembelajar
sendiri, tuntutan lapangan kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
atau perkembangan yang terjadi di masyarakat. Pembelaja belajar sesuai dengan
keinginan, minat, kemampuan, dan pengalamannya sendiri.
- Prinsip mobilitas
memungkinkan pembelajar belajar dengan cara berpindah tempat sesuai dengan
keadaan yang memungkinkan untuk terjadinya proses pembelajaran. Pembelajar pun
dapat belajar dengan jenis, jalur, dan jenjang yang setara atau dapat
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi disesuaikan dengan persyaratan
yang berlaku.
- Prinsip efisiensi
adalah memberdayakan berbagai macam sumber daya, seperti sumber daya manusia
atau teknologi yang tersedia dengan seoptimal mungkinagar pembelajar bisa
belajar.
Konsep E- Learning sebagai salah
satu Alternatif Sistem Pembelajaran Jarak Jauh yang menunjang Dunia Kerja
Kegiatan E-learning sudah
banyak dijumpai di internet. Subjek yang ditawarkan dalam kegiatan e-learning tersebut juga bermacam-macam, dari yang
sifatnya sangat akademis sampai yang sifatnya sangat praktis.
Penyelenggara e-learning pun juga
bervariasi, ada yang dari lembaga pendidikan yang sudah terkenal (misalnya
universitas) atau pun lembaga pendidikan lain yang mungkin saja hanya bergerak
di e-learning saja tanpa memiliki kelas-kelas
tradisional.
Karena kegiatan e-learning murni
mengandalkan komunikasi via internet sebagai moda komunikasi utamanya, maka
bagaimana suatu materi pembelajaran disampaikan dan ditampilkan melalui
internet menjadi sangat berperan terhadap keberhasilan program e-learning. Makalah ini akan menguraikan
prinsip-prinsip yang berlaku di dalam e-learning berkaitan
dengan elemen media yang akan digunakan di dalamnya.
Dalam E-learning Framework yang dikembangkan oleh Sun Microsystem (Sun Microsystem, 2003), e-learning didefinisikan sebagai kemampuan untuk
menggunakan internet, jaringan komputer, dan teknologi elektronika yang lainnya
untuk memfasilitasi, mengukur, dan mengelola kegiatan belajar. Hal yang menarik
dari e-learning adalah kemampuannya secara teori untuk
mengurangi (atau bahkan menghilangkan sama sekali) dua pembatas terbesar dalam
pengembangan dan pembelajaran yang berkelanjutan bagi para pembelajar,
yaitu waktu dan biaya.
Sebuah perusahaan misalnya, tentu mengharapkan para
pekerjanya dapat terus belajar dalam rangka meningkatkan kompetensi para
pekerja. Namun, kendala yang dihadapi adalah masalah waktu pekerja (jika
menempuh pendidikan tradisional yang waktu belajarnya sama dengan waktu efektif
untuk bekerja, pekerja akan menjadi tidak produktif bagi perusahaan) dan biaya.
Bagi sebuah perusahaan, harapan yang menyertai program e-learning di suatu perusahaan adalah bahwa tiap
karyawan dapat meningkatkan keterampilan baru untuk meningkatkan kinerjanya
“hanya dengan menggunakan komputer”, istilah lain dari belajar melalui e-learning (Schank, 2002).
Ruth Clark (Clark, 2002) menuliskan enam prinsip yang harus
diperhatikan berkaitan dengan elemen media yang digunakan supaya sebuah
program e-learning berlangsung efektif. Keenam prinsip
menyangkut elemen media dalam e-learning yang
disebutkan Clark berikut merupakan dasar-dasar bagaimana mengembangkan media
dalam e-learning. Pengembangan media yang dimaksud di sini
menyangkut kombinasi teks, grafik, dan suara untuk menyampaikan materi
pembelajaran. Keenam prinsip tersebut adalah:
- Prinsip
Multimedia: menambahkan grafik ke dalam teks
meningkatkan kegiatan belajar. Yang dimaksud dengan grafik di sini adalah
gambar diam (garis, sketsa, diagram, foto) dan gambar bergerak (animasi dan
video). Grafik yang ditambahkan ke dalam teks sebaiknya yang selaras dengan
pesan yang disampaikan dalam teks. Grafik yang ditambahkan untuk hiburan (entertainment) dan kesan dramatis tidak saja tidak
meningkatkan kegiatan belajar, tetapi justru dapat menurunkan kegiatan belajar.
- Prinsip
Contiguity (kedekatan):
menempatkan teks di dekat grafik meningkatkan kegiatan belajar. Contiguitymerujuk pada susunan teks dan grafik pada
layar. Seringkali dalam suatu materi e-learning, grafik
diletakkan pada bagian atas atau bawah teks sehingga teks dan grafik tidak bisa
dilihat dalam satu layar, atau teks dan grafik tidak dapat dilihat secara
bersamaan. Ini merupakan pelanggaran yang umum terjadi terhadap prinsip contiguity, yang menyatakan sebaiknya grafik dan teks
yang bersesuaian diletakkan berdekatan.
- Prinsip
Modality: menjelaskan grafik dengan suara
meningkatkan kegiatan belajar. Prinsip ini terutama berlaku untuk animasi atau
visualisasi kompleks dalam suatu topik yang relatif kompleks dan belum dikenal
oleh pembelajar.
- Prinsip
Redundancy (kelebihan):
menjelaskan grafik dengan suara dan teks yang berlebihan dapat merusak kegiatan
belajar. Banyak program e-learningyang menyajikan
kata-kata dalam teks dan suara yang membaca teks. Banyak hasil riset yang
mengindikasikan bahwa kegiatan belajar terganggu ketika sebuah grafik
dijelaskan melalui kombinasi teks dan narasi yang membaca teks.
- Prinsip
coherence (kesesuaian):
menggunakan visualisasi, teks, dan suara yang tidak berhubungan (sembarangan)
dapat merusak kegiatan belajar. Dalam banyak website e-learningsering ditemukan penambahan-penambahan yang
tidak perlu, misalnya penambahan games, musik latar, dan ikon-ikon tokoh kartun
terkenal. Penambahan-penambahan ini, selain tidak meningkatkan kegiatan
belajar, juga dapat merusak kegiatan belajar itu sendiri.
- Prinsip
personalisasi: menggunakan bentuk percakapan dan
gaya-gaya pedagogis dapat meningkatkan kegiatan belajar. Sejumlah penelitian
yang dirangkum oleh Byron Reeves dan Clifford Nass dalam bukunya, The Media Equation, menunjukkan bahwa seseorang
memberikan respon terhadap komputer seperti ketika ia memberi respon kepada
orang lain.
Proses pemilihan media untuk pembelajaran
jarak jauh (termasuk di dalamnya adalah e-learning), dalam
banyak kasus, menyerupai dengan pemilihan media untuk pembelajaran dengan
sistem tatap muka atau pembelajaran tradisional. Penyampaian materi
pembelajaran melalui media online menawarkan kemudahan akses bagi pembelajar.
Pemilihan media untuk e-learning dimulai
dengan melihat tujuan kegiatan belajar, yaitu apakah tujuan kegiatan belajar
dapat dicapai melalui kegiatan mendengarkan, melihat, atau melalui interaksi
media. Dengan demikian, tujuan kegiatan belajar akan menentukan media yang
digunakan, baik berdiri sendiri-sendiri atau pun merupakan gabungan dari
berbagai media (Ely, 2003).
Bahan Bacaan :
- http://e-learning-teknologi.blogspot.com/2012/12/prinsip-pembelajaran-jarak-jauh.html
- http://randirian21.blogspot.com/2015/12/pembelajaran-jarak-jauh.html
- http://pendmasadepan.blogspot.com/2012/02/prinsip-belajar-jarak-jauh.html
- http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/PRODI._ILMU_KOMPUTER/196603252001121-MUNIR/BUKU/PEMBELAJARAN%20JARAK%20JAUH%20BERBASIS%20TEKNOLOGI%20INFORMASI%20DAN%20KOMUNIKASI%20%28TIK%29.pdf
- https://sis.binus.ac.id/2019/02/13/e-learning-sebagai-media-pembelajaran-jarak-jauh/
- https://www.academia.edu/24548852/PJJ_TIK-Pembelajaran_Jarak_Jauh_Berbasis_Online_dan_WEB
( Pembelajaran Jarak Jauh memberikan kontribusi bagi Dunia Kerja, sebagai Alternatifkah ataukah sebagai Solusi ??? Hal ini tergantung kacamata Individu yang menilainya...)